22 Maret 2008

Harus Halus



Menurut pengamatan saya, seorang seniman (baca: perupa) biasanya mempunyai perasaan yang lebih halus dalam berkarya rupa. Karena dalam proses kreatifnya seorang seniman dituntut untuk memahami karakter yang mereka hadapi. Misalnya nih, saat menggambar still life maka dia harus bisa membedakan bagaimana perbedaan goresan (pensil) untuk tekstur kain, buah, atau beling yang semuanya itu mempunyai ciri khas masing-masing.

Bingung ya? artinya begini. Fungsi pensil harus bisa dimanfaatkan secara tepat. Ada kalanya harus memakai pensil keras (kode H, HB, 2B, F) dan ada waktunya memakai pensil yang lunak (4B, 6B, EB, EE). Dengan penyesuaian yang pas maka pencapaian volume (isi/kedalaman) sebuah gambar bisa tercapai dengan mudah.

Kalo menggunakan pensil mekanik gimana dong? tidak masalah juga sih. Itu kan hanya permasalahan teknik saja. Yang terpenting disini adalah hasil karya seni yang bisa membuat decak kagum setiap orang yang meilhatnya.

Karena dibutuhkan konsentrasi yang tinggi dalam berkarya, maka suasana sekitar juga harus mendukung. Pilihan musik berairama rock klasik atau smooth jazz mungkin bisa sedikit membantu. Tapi jangan salah, ada juga teman saya yang justru tiap nggambar malah nyetel musik cadas seperti System of Down, Korn, dan beberapa musik Underground lainnya (baca: black metal) yang saya sendiri tidak paham sama sekali lirik apa yang dinyanyikan. Pokoknya ada suara-suara aneh gitu deh. Teman saya yang lain mengatakan itu musik untuk pemuja setan. Hmmm betul nggak ya??

Kembali lagi pada yang halus (setan kalee??). Seniman sebagai makhluk sosial seharusnya bisa juga bertutur kata dengan pilihan kata yang halus--bagus. Sehingga orang tidak hanya suka dengan karyanya tapi juga suka kepribadiannya. Mantap, kan? tidak ada yang tersindir, tidak ada yang disakiti hatinya. Sebaliknya semua orang merasa nyaman dekat dengannya.

Maaf, gambar di atas bukan karya saya. Gambar asli diambil dari sini.

Piss...

8 komentar:

LiSan Skywalker mengatakan...

Sayangnya banyak seniman yang nyentrik banget dan bertindak semau mereka sendiri...

loper mengatakan...

Mantap Mas ........

kw mengatakan...

seniman emang unik. saya kenal, seniman yang ingi menjadi Tuhan hehehhe....

salam kenal
nice 2 meet u

Prabu Dian Sori mengatakan...

kalo ga Nyentrik ga seniman namanya... :) cabut bro :)

antown mengatakan...

Ha? jadi Tuhan? kayak permainan game online itu...?

quelopi mengatakan...

setau gue seniman itu nyentrik, jangankan seniman, calon seniman aja nyentrik, tuh liat di fakultas sastra, seperti orang keserupan, bikin gue atus

A'Unk~en~Lxmw mengatakan...

wa, serumit itu ya kalo mau gambar
banyak pula pensil yg dipake
baru tau

The Armstrong mengatakan...

wah hebattt...

mas, emang benar anak seni tuh mudah banget tersinggung or sensitife or halus gitu? so, kalo ada yg ngegangu pada saat lagi menggambar pasti langsung es-mosi... kalo saia malahan over mas? klo ada yg liat saia lagi menggambar ato lagi ngedesain sesuati langsung saia hentiin trus saia suruh pergi ninggalin saia sendiri... tapi terlebih dahulu saia bilangin ke dia "tenang aja pasti desainnya bagus? dan ntar klo dah jadi baru loe liat" ... kira kira gitu yg saia bilangin klo saia lagi menggambar or desain sesuatu...

tapi klo menggambar saia lebih suka pake pensil h, ama 2b mas? trus saia rencana jg seh mo buat blog buat hasil karya saia...

oh iya salam kenal yah?