28 Maret 2008

Bersandiwara



Kalo ngomong soal pornografi di media (cetak/elektronik), sebenarnya siapa sih yang paling bersalah itu? apakah:
1. Modelnya (yang katanya profesional demi tuntutan pekerjaan)
2. Pemilik media (yang punya modal untuk menayangkan)
3. Seniman (yang katanya bermain dengan keindahan)
4. Masyarakat (yang belum bisa berpikiran maju-kedepan)

Kalau monyet sih nggak malu meskipun telanjang. Tapi meskipun begitu akhirnya gambar anunya saya sensor juga. Kata Mas Darwin (teori evolusi), monyet kan asal-usul manusia. Hayuu ngaku nggak??

Ngomong soal sensor mensensor nih, dalam hitungan beberapa hari ke depan pemerintah Indonesia akan menutup akses situs-situs yang berbau pornografi. Kapok!! rasain yang suka gatelan!!

Nonton film Indonesia di bioskop juga banyak sensornya. Huuh, padahal itu kan karya kreatif!! yang nggak disensor sampai sekarang itu ya nonton topeng monyet.
Sudah murah, meriah lagi... (tapi kasian monyetnya). Monyetnya dipaksa untuk bersandiwara, berlagak seperti manusia.

9 komentar:

Ernita D mengatakan...

monyetnya jgn disensor, dikasih popok bayi aja...yg pada porno di internet juga jangan disensor, suruh pake baju aja...huheheheheh

mercuryfalling mengatakan...

lho kok mata si monyet di blur-in juga ? apa monyetnya suka nepsong yak ? hehhee

quelopi mengatakan...

lah... kok disensor mas?

wakakaka

syamsu mengatakan...

kok matanya disensor juga mas?

hahahaha

heri mengatakan...

ntar semua acara flora fauna gambarnya diburemin, mas?

Febra mengatakan...

keknya para model yg rada porno itu harus pakai topeng monyet bro biar ga disensor, wakakaka :lol:

Benazio R.P mengatakan...

wahahaha kocak fotonya .. well kreatif si kreatif tapii .. ya gitu, ada di post gw tuh , ngeselin . ngancurin moral bangsa ah film2 yg gitu2 ..

Benazio R.P mengatakan...

oiya ko matanya juga disensor hahaa^^

teh muti mengatakan...

tapi matanya kok juga di blur... apanya yang porno....??