23 Januari 2008

Merindukan Injeksi Cinta Noriyu


Sudah sekian lama aku merindukan Noriyu. Bukan karena kecantikan yang terlukis di wajahnya, bukan karena gelar dokter yang telah disandangnya, ataupun novel manis buah karyanya. Noriyu bagai seorang Afandi (maestro seni rupa), yang telah memberi semangat ini hidup meletup. Kuberikan sebuah tempat lapang di hatiku. Untuk karya yang mempesona, menyejukkan jiwa.

Kau dimana Noriyu? Namamu mengingatkanku untuk terus berkarya, merangkai kata indah. Tapi aku tidak bisa. Sulit rasanya memulai menari di atas keyboard dengan kedua jariku ini. Jika karyamu tidak lagi ada. Atau kau tidak lagi berkarya.

Salam rindu buat Noriyu (Nova Riyanti Yusuf)

2 komentar:

Evan mengatakan...

Hmmm...noriyu.
Nova Riyanti Yusuf
Iku dulurku keto'ane.
sampean ngesir tah? sowan nang aku sik

antown mengatakan...

hehehe...
ngaku2 ae
kuwi mantanku jeh...

:)